Maniak kontol hewan jorok


25-May-2018 16:14

Sebentar kita nonton, aku bilang ke Bi Encum mau turun ke dapur mengambil minum. Bi Encum tadinya nolak, tapi aku bilang, “Nggak apa-apa, Bi.

Sekalian tadi bikinnya.”Sambil nonton TV, aku ngobrol ngalor-ngidul dengan Bi Encum. Aku diam sambil cari akal, ada kali setengah jam sambil melirik posisi Bi Encum yang tidur melingkar seperti pistol.

Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya Tante Erni ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan (wuih aku suka banget nih).

Pernah aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi Tante Erni malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya.

Sedikit demi sedikit kulubangi lantai dengan obeng kecil. Aku beringsut ke bawah kaki Bi Encum, lalu kurenggangkan kakinya. Ini pengalamanku yang kuingat terus sampai sekarang. Kubuka mekinya yang tembem dan rapat itu dengan kedua tanganku, perlahan. Wanginya aneh, tapi justru wangi ini yang nggak akan kulupakan, gimanaa gitu. Daging lembut yang hangat dan licin karena basah ludahku terasa membelai-belai tongkolku. Lalu aku berlari ke kamar mandi yang ada di samping kamarku. Lebih dari itu, aku nggak berani karena takut Bi Encum bilang ke orangtuaku.

Jadilah lubang sebesar satu centimeter tapi cukup besar untuk melihat sesisi kamar mandi pembantu. Sebentar, kucoba korek sedikit mekinya lewat sela CD. Pertama kali aku bisa melihat meki cewe dengan bebas, ya saat itu. Lalu kurenggangkan lagi kaki Bi Encum lebar-lebar sampai badanku dapat duduk bebas di antara selangkangan kakinya. Aku ingat banget, lubang luar mekinya sempit, cuma segaris saja keliatannya dari luar. Kini terlihat dua belah bibir kecil dengan lubang kecil ditengahnya. Dengan tangan kiri, kutahan bibir meki Bi Encum, lalu kumasukkan jari telunjuk tangan kananku ke dalam lubang kecil itu. Lalu kumasukkan lagi jari tengahku ke dalamnya, kugosok-gosokkan perlahan jariku di dinding-dinding dalam meki Bi Encum. Ada kali sekitar sepuluh menit aku maju-mundurkan tongkolku. Setelah itu aku masuk kamarku dan kubiarkan TV menyala dengan Bi Encum yang masih tertidur pulas di depannya.

Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumahku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri.

maniak kontol hewan jorok-10

Hookup with sexy granny free 100 free hook up chatting

Malamnya sehabis makan, aku tumbuk dua butir pil itu di kamarku hingga menjadi halus sekali dan aku masukkan ke lipatan kertas, lalu aku kantungi di celana pendekku. Kugosok-gosokan di bibir luar meki dan bulu jembinya.

Aku pikir, kalau ada lubang dari kamarku pasti bisa langsung kelihatan isi kamar mandinya Bi Encum. Aku kocok sedikit, dan peju pun muncrat di permadani. Dengan napas yang masih terengah-engah karena dadaku berguncang keras, buru-buru kubersihkan peju yang berceceran di permadani.